Studium Generale Pasis Seskoau A-58 dan Sesau A-16, Kemandirian dan Kepemimpinan : Tantangan Nasional Di Era Global

LEMBANG, SESKOAU. Dewasa ini perkembangan dunia yang cepat menuju ke arah kehidupan global telah membangkitkan perhatian lebih besar kepada masalah kemandirian, yaitu kemajuan yang ingin dicapai dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat haruslah bersamaan dengan peningkatan kemandirian. Untuk dapat mandiri maka suatu bangsa harus maju dan dapat dikatakan maju apabila semakin tinggi tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, tingkat pendapatan pendudukannya, serta merata pendistribusiannya.


 

Demikian yang dikatakan Marsdya TNI (Purn) Prof. Dr. Ginandjar Kartasasmita paca acara Studium Generale secara telekonferensi kepada Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Sesau Angkatan Ke-16 didampingi Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., beserta pejabat Seskoau di Bangsal Srutasala, Seskoau, Lembang, Bandung, Kamis (26/08/2021).

Memaparkan kemandirian dan kepemimpinan tantangan nasional di era global, Marsdya TNI (Purn) Prof. Dr. Ginandjar Kartasasmita menjelaskan bahwa kemandirian dapat diartikan kemampuan suatu bangsa untuk mewujudkan kehidupan sejajar dengan bangsa lain serta kekuatannya sendiri.

“Jika kemerdekaan adalah hak yang harus diperjuangkan, maka kemandirian adalah kemampuan yang harus dibangun dan dikembangkan,” jelasnya.

Tantangan nasional di era global menjadi tantangan bangsa Indonesia ke depan, khususnya para pemimpin yang dipercaya rakyat untuk memandu perjalanan bangsa. Faktor kepemimpinan sangatlah penting dalam menentukan kehidupan sebuah bangsa.

Pemimpin saat ini harus siap memimpin secara demokratis, karena masyarakat hidup secara demokratis yang sejalan dengan kemajuan dan kesejahteraan ekonomi. Dengan demikian, lanjutnya, pemimpin berjiwa demokratis sangat diperlukan saat ini.

Selain itu, diperlukan kearifan bagi pemimpin untuk menentukan yang terbaik bagi bangsanya dan kemampuan nalar serta tingkat pemahaman teknis agar keputusan yang menyangkut implikasi yang kompleks tidak diambil semata-mata atas dasar intuisi, tetapi atas dasar pengetahuan dan perhitungan yang matang.

Tidak hanya itu, katanya, intervensi proses pendidikan menjadi sangat penting untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin berkualitas yang siap membawa bangsa menuju kemajuan dan kesejahteraan.

“Disinilah peran penting lembaga-lembaga pendidikan, secara khusus lembaga pendidikan yang menghasilkan kader-kader kepemimpinan puncak, termasuk Seskoau,” katanya.

Pendidikan dapat mengubah potensi penduduk menjadi sumber daya, dari sumber daya manusia menjadi human capital dengan membangun kader-kader masa kini dan masa depan menjadi pemimpin bangsa yang handal dan dapat membawa bangsa ke taraf yang lebih tinggi. 

Studium Generale yang baru pertama kali dilaksanakan Seskoau ini, dibuka melalui kata pengantar Danseskoau, dilanjutkan sambutan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., kemudian paparan Marsdya TNI (Purn) Prof. Dr. Ginandjar Kartasasmita dilanjutkan tanya jawab yang diikuti antusias oleh Pasis, diakhiri pemberian plakat dari Danseskoau. Selain itu dalam kegiatan akademis iniMarsdya TNI (Purn) Prof. Dr. Ginandjar Kartasasmita memberikan buku berjudul “Manajemen Transformasi Indonesia : Suatu Penuturan Jejak Sejarah”.