SEMINAR NASIONAL PASIS SESKOAU A-53 DI GEDUNG MERDEKA BANDUNG

Penseskoau, Selasa (25/10), Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Dedy N. Komara, S.E. secara resmi membuka seminar Nasional sebagai Seminar Akhir Pendidikan Perwira Siswa (Pasis) Seskoau Angkatan ke-53 di Gedung Merdeka Bandung, Senin (24/10/2016). Bertindak selaku pemrasaran Brigjen TNI M. Nakir S.IP. Dirjakstra-Strahan Kemhan RI, Pengamat Politik Luar Negeri Dr. Darmansyah Djumala, M.A. dan Firman Jaya Daeli, S.H Tim Perumus UU RI.

Dalam sambutannya Komandan Seskoau Marsda TNI Dedy N. Komara, S.E. mengatakan guna mengaplikasikan berbagai ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh selama pendidikan, para Perwira Siswa Seskoau Angkatan ke- 53 melaksanakan event akademis yaitu Seminar Akhir Pendidikan dalam bentuk Seminar Nasional. Kegiatan ini merupakan sarana ilmiah bagi para Pasis Seskoau untuk memberikan konstribusi nyata dalam mengatasi masalah bangsa dan negara kita, khususnya menghadapi eskalasi konflik Laut Cina Selatan.

Melalui momentum seminar ini, dengan mengambil tema "Strategi Operasional TNI Angkatan Udara Dalam Menghadapi Eskalasi Konflik Laut Cina Selatan", Danseskoa mengharapkan para Perwira Siswa Seskoau dapat mencurahkan segenap pemikiran untuk menemukan dan merumuskan strategi yang yang terbaik secara akademis dan bernilai strategis, orisinil serta dapat diaplikasikan secara nyata.

Sementara itu Brigjen TNI M Nakir, S.IP. mewakili Menteri Pertahahan RI selaku pemrasaran menyampaikan "Kebijakan Pertahanan Republik Indonesia dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertahanan RI dalam menghadapi eskalasi konflik Laut China Selatan". Untuk mengamankan kepentingan nasional, dibutuhkan keterpaduan kebijakan antar semua instrumen kekuatan nasional. Dalam konteks menghadapi sengketa Laut China Selatan, instrument diplomasi dalam bingkai ASEAN dan instrumen pertahanan dan keamanan secara teoritis harus menempuh satu langkah yang terpadu. Eksistensi instrumen pertahanan di antaranya adalah untuk mendukung diplomasi yang meliputi politik, ekonomi, dan hukum. "Oleh karenanya kebijakan pemerintah dalam penanganan konflik Laut China Selatan meliputi kebijakan politik, kebijakan ekonomi, kebijakan hukum serta kebijakan pertahanan dan keamanan", ujar Direktur Kebijaknan Strategis StrahanKemhan.

Hadir dalam Seminar Nasional tersebut Aspotdirga Kasau Marsekal Muda TNI Agus Munandar, Asisten I Provinsi Jabar mewakili Gubernur Jabar, Asisten I Kota Bandung mewakili Walikota Bandung serta Mahasiswa Pancasarjana dari beberapa perguruan tinggi di Bandung sebagai peserta.