Pasis Seskoau A-57 dan Sesau A-13 Kunjungi Provinsi Riau

Bertempat di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Selasa (10/3), Sebanyak 93 Perwira siswa (Pasis) Seskoau Angkatan Ke-57 dan Sesau Angkatan Ke-13 melaksanakan kuliah kerja manajemen dengan mengunjungi Provinsi Riau didampingi Sekretaris Lembaga (Seslem) Seskoau Kolonel Lek Joseph Rizki P., S.T., S.IP., dan pejabat Seskoau yang diterima secara langsung Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) H. Edy Natar Nasution, M.Si.

“Selamat datang di Bumi Melayu Lancang Kuning,” ujar Wakil Gubernur Riau dengan penuh kehangatan dan tersenyum menyambut rombongan Seskoau seraya berbangga Pekanbaru menjadi salah satu destinasi pendidikan untuk mengumpulkan dan mencari data-data guna mendukung pelaksanaan program pendidikan para Pasis Seskoau dan Sesau TP. 2020. Salah satunya dengan tema “Sinergisitas Pembangunan Pengamanan Wilayah Perbatasan di Provinsi Riau”, Edy Natar Nasution menjelaskan kondisi geografis Provinsi Riau yang terdiri dari sepuluh kabupaten dan dua kota dengan berbagai isu strategis di wilayah pesisir dan permasalahan wilayah perbatasan.

Salah satunya peredaran Narkoba dimana Riau termasuk dalam lima terbesar di Indonesia dengan kondisi pulau-pulau terluar menjadi pintu keluar masuk barang terlarang tersebut. Hal itu, lanjutnya, dapat diantisipasi dan diminalisir dengan kerja sama serta dukungan dari instansi terkait juga menentukan kebijakan terkait pengembangan pesisir dan perbatasan.

Mengenai tema yang diangkat Pasis Seskoau dan Sesau, Kapolda Riau Irjen Pol Setya Imam Effendi, S.H., S.Ik., M.Si., menggarisbawahi banyaknya pelabuhan tikus disepanjang pesisir pantai Provinsi Riau sehingga sering terjadinya perdagangan illegal dan penyelundupan Narkoba. “Terhitung 1 Januari hingga 10 Maret 2020 Polda Riau telah menangani 399 kasus Narkoba dan menangkap 498 tersangka,” tegasnya, tentunya berkat kerja sama lintas instansi, tukar menukar informasi dan terpenting bangun sinergitas dalam memutus rantai peredaran Narkoba melalui darat, laut maupun udara.

Usai mendengarkan sambutan dan pembekalan, Seslem Seskoau mewakili Danseskoau Marsda TNI Henri Alfiandi menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Bapak Wakil Gubernur beserta Forkopimda menerima dan memfasilitasi kegiatan Seskoau selama di Provinsi Riau. Disampaikan bahwa maksud kunjungan dan pelaksanaan kuliah kerja sebagai materi pendidikan guna menyelesaikan program pendidikan. Karena April mendatang, lanjutnya, para Pasis akan mengadakan seminar nasional bertemakan “Sinergitas Pengamanan Wilayah Perbatasan Dihadapkan Dengan Perkembangan Teknologi” sehingga memerlukan data-data pembuatan naskah seminar dengan mengujungi instansi-instasi yang berkaitan dengan tema tersebut. “Kami sangat terbuka dan menerima segala informasi yang diberikan selama kegiatan ini berlangsung, dan tentunya tantangan bagi kami terutama Pasis untuk mengemasnya dalam sebuah seminar yang menarik nanti, jelasnya.

Senada dengan Seslem Seskoau, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., selain memaparkan tentang “Sinergitas Lanud Roesmin Nurjadin Dalam Pengamanan Wilayah Perbatasan Dihadapkan Dengan Perkembangan Teknologi” juga menyampaikan bahwa kuliah kerja sebagai proses transfer of knowledge untuk menghadapi tugas dimasa mendatang. “Kalian nantinya adalah calon pemimpin yang dituntut keberanian, semangat, berdedikasi serta memiliki motivasi yang tinggi, sehingga nantinya  mampu menyelesaikan pendidikan  dengan hasil yang baik,” harapnya.

Kemudian dilanjutkan dengan paparan “Pengamanan Wilayah Perbatasan” oleh Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto dan ditutup Kaintel Bea Cukai Pekanbaru Agustinus Catur yang menyampaikan materi “Bea Cukai Menjaga Perbatasan Dari Penyelundupan Barang Terlarang”. Sebelum acara berakhir diadakan penyerahan cinderamata dari Seslem Seskoau kepada Wakil Gubernur Riau, dilanjutkan perwakilan Pasis Seskoau dan Sesau memberikan cinderamata kepada narasumber.