Kepemimpinan Nasional, Faktor Strategis Yang Menentukan

 Perubahan zaman akibat globalisasi menjadikan pergeseran dan perubahan tata nilai, sikap, dan perilaku dalam aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga membutuhkan pemimpin sebagai penggerak dan motivator seluruh komponen untuk menjalani kehidupan nasional.

             “Disinilah kepemimpinan nasional dibutuhkan untuk menuju tercapainya tujuan nasional,” jelas Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., saat memberikan ceramah “Kepemimpinan Nasional” secara virtual dari Seskoau, Lembang kepada Pasis Sesau Angkatan Ke-15. Jumat (19/2/2021). Tujuan nasional yang tercantum dalam UUD 1945 antara lain melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

             Mengutip Lemhannas (2009), kepemimpinan nasional merupakan seseorang atau sekelompok elit bangsa yang mampu melakukan proses kepemimpinan untuk empowerment all resources bangsa menuju tercapainya tujuan dan cita-cita nasional sesuai moral, etika Pancasila serta UUD 1945 di tengah perubahan dunia. Dalam konteks Indonesia saat ini, kepemimpinan nasional dilaksanakan berdasarkan semangat mewujudkan demokratisasi dan otonomi daerah

            Kepemimpinan nasional menjadi salah satu faktor strategis dan menentukan dalam proses pembangunan nasional serta penyelesaian masalah bangsa yang meliputi kepemimpinan eksekutif, legislatif, dan judikatif pada level pusat dan daerah. Proses dan mekanisme kelahiran pemimpin nasional tersedia melalui mekanisme demokratis yang sudah berjalan secara teratur di Indonesia dalam proses pemilihan umum (Pemilu) ataupun pemilihan kepala daerah (Pilkada).

             Pada kesempatan ini, Danseskoau mengajak Pasis Sesau Angkatan ke-15 untuk menjadi pemimpin yang mengutamakan kebenaran, kejujuran, bertanggung jawab, berjiwa pengabdian, dan lebih mendahulukan kewajiban ataupun tanggung jawab daripada hak.